Karpet Sajadah – Karpet atau permadani terbaik yang ada di seluruh dunia berasal dari dataran Timur Tengah. Dan Turki salah satunya. Begitu populernya karpet buatan Negara Kebab ini bahkan sampai membuat seorang penjelajah terkenal, Marco Polo menuangkan kekagumannya terhadap keahlian para penenun Turki. Dalam jurnalnya, ia menuliskan bahwa karpet nomor satu datang dari sebuah provinsi di Turki, Konya.

Begitu orang-orang Turki mengenal agama Islam, mereka mengabdikan dirinya untuk seni Islam yang selanjutnya menjadi ciri khas dari karpet sajadah Turki.

Karpet Sajadah, Saat Agama Berpadu dengan Sentuhan Kesenian

Sajadah hanyalah satu dari begitu banyaknya peninggalan masa lalu dari negara kesultanan ini. Dan hingga saat ini, tradisi tersebut masih terus dipelihara dan tetap menjadi kebanggaan Turki. Tak heran, hal tersebut menjadi warisan kesenian di dunia Islam yang justru semakin populer. Terlebih dengan nilai estetika yang tak terkalahkan.

Permadani sholat atau sajadah itu sendiri berupa karpet kecil yang mudah dibawa dan dipindahkan, dan berfungsi sebagai alas beribadah dengan menjaga kebersihan orang tersebut dari tanah ataupun lantai. Berasal dari kata ‘SJD’ dalam bahasa Arab yang berarti ‘masjid’ dan ‘sujud’.

Adapun kegunaan dari karpet sajadah adalah memastikan kenyamanan sekaligus juga kebersihan tempat beribadah bagi para pemeluk agama Islam.Faktor inilah yang paling penting dalam menjalankan ritual keagamaan. Usai penggunaan, sajadah bisa digulung atau dilipat hingga tiba waktu penggunaan selanjutnya.

Karpet dengan gaya khas vintage, umumnya memiliki gambar berupa ceruk yang melambangkan mihrab. Simbol tersebut diadopsi dari arsitektur masjid. Biasanya simbol mihrab didukung oleh dua kolom berisi lampu gantung atau bunga di dalamnya. Sementara ukuran sajadah sendiri biasanya memiliki lebar 2-4 kaki (60-121 cm) X 4-8 kaki (121-243 cm).

Motif sajadah biasanya bervariasi tergantung dari daerah serta periode masa pembuatannya. Namun bukan berarti tidak ada sama sekali ciri khas dan kemiripan dari sajadah, yakni sama-sama tak pernah ditemukan penggambaran binatang maupun manusia. Dengan adanya aturan tersebut, membuat kebanyakan motif baik di karpet sajadah masjid maupun karpet sajadah musholla biasanya berhias dedaunan rumit. Ada pula motif kaligrafi dan berbagai ilustrasi khas dunia Islam.

Beberapa simbol yang paling sering ditemukan pada karpet sajadah khas Turki adalah lampu masjid yang menggambarkan Ayat Terang dari Al-Qur’an, dan bisa juga penggambaran dari masjid-masjid terkenal, seperti masjid di Mekah, Madinah serta Yerusalem.

Pola bunga dan bentuk geometris hanya elemen dekoratif tambahan yang keberadaannya tak bisa dipisahkan dari sajadah. Pohon cemara menyimpan makna yang berhubungan dengan dunia kematian. Bulan sabit, yang merupakan simbol paling kuat di agama Islam, menandakan iman. Sementara simpul tak berujung mewakili kebijaksanaan dan keabadian. Lalu ada sisir dan teko yang menjadi pengingat umat Islam untuk senantiasa mengambil wudhu dan menyisir rambut sebelum shalat.

Itulah sedikit sejarah dari karpet sajadah asal Turki yang dianggap sebagai satu-satunya permadani doa yang paling populer di seluruh dunia. Nah, Bagi Anda yang ingin membeli karpet sajadah terbaik, Anda bisa mendapatkan nya di situs decorindoperkasa.com ini ya!